Jumat, 29 Mei 2009

Kasidah Cinta

KASIDAH CINTA :

Pada hakekatnya semua manusia ingin dicintai oleh orang lain. Apalagi cinta oleh Allah SWT. Karena cinta-Nya begitu tulus dan tiada terbatas. Kadang hanya manusialah yang tidak bisa menempatkan cinta Allah sebagai cinta terindah padahal cinta yang sejati hanya milik Allah SWT. Manusia lebih cenderung cinta padahal yang belum pantas untuk dicintai. Banyak definisi tentang cinta, anatara lain cinta adalah pengorbanan, cinta adalah kesetiaan dll. Definisi cinta banyak artinya hampir semua penulis, filosof, dan ulama punya definisi cinta menurut pemikiran mereka.

Bahkan seorang Khalil Gibran penyair asal Libanon mengatakan, cinta adalah bunga yang selalu mekar dalam segala musim. Namun ada seorang ulama dan penyair yaitu Imam Ibnu Khoil mengatakan cinta itu tidak dapat didefinisikan tapi hakekatnya dapat dirasakan. Akan tetapi kebanyakan cinta lebih cenderung untuk diungkapkan makna dan artinya.

Dalam Islam pun ada cinta, karena Islam menebar kasih sayang dan kedamaian dalam cinta pada sesama. Hal ini terbukti di Al Quran pun juga membicarakan cinta. Dan cintapun dapat dirasakan dengan menangkap keindahan cinta lewat Al Quran dan Sunnah Rasul. Hal yang bisa melanggengkan cinta adalah taqwa, hingga kelak sampai di surga. Cinta yang tidak didasari taqwa akan tetap di hisab kelak. Karena cinta tersebut lebih condong untuk hal-hal yang menimbulkan maksiat dan syahwat. Syahwat adalah sesuatu yang melanggar dari syariah Islam. Dan jadikanlah cinta itu sebagai amanah, yang selama cinta diorientasikan untuk ibadah dengan dibingkai taqwa. Maka marilah berlomba-lomba untuk meraih cinta Allah SWT, supaya mendapatkan cinta yang mampu membimbing kita untuk lebih dekat dengan-Nya. Amin..

Diambil dari Buletin Jumat Insan Mulia edisi 13 Februari 2009